Uchip21adv’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Berlayarlah menuju pantai harapan, berlabuhlah di tepian kesempurnaan

Berlayar dalam bentangan asa, menembus lorong impian, melewati samudra kehidupan, bagi perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu kita, tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan kita. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dinugrahkan pada kita. Jangan biarkan masa lalu menambat kita disitu, lepaskan diri kita dari ketakutan dan penyesalan, berlayarlah, bekerjalah…
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Disitulah kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri adalah berkarya menemukan kebahagiaan……
Allohu’akbar…..

Selimut Kabut bersama Butiran Embun

Selimut Kabut bersama Butiran Embun

Rindu akan sosok itu membuatku tertawan pada pagi yang masih menyembunyikan matahari. Keceriaannya duduk di dalam gerbong kereta bersama sejuta cerita yang ikut hadir disana. Semua penghuni kereta itu mempunyai sejarah. Kisah yang mengendap disepanjang laju kereta. Sama-sama menikmati suasananya. Selimut kabut bersama butiran embun ikut menyelusup mengisi ruang hati menikmati masa di dalam kereta.
Awan menampakkan pesonanya. Arakannya membuat bibir berucap takjub pada Sang Pencipta. Aku memejamkan mata sambil tersenyum setelah menatapnya. Puas bisa menikmatinya pagi hari. Senang sekali awan terus menemani kemana pun aku pergi. Tiba-tiba kabut menyelimutiku. Dari balik jendela ku lihat butiran embun menyegarkan pikiran.
Ku simpan rindu di dalam gerbong itu. Selimut kabut bersama butiran embun. Aku berkeliling mencarinya. Selimut kabut bersama butiran embun. Ingin ku ungkapkan sejuta rasa yang tulus karena-Nya. Bahagia karena Rabbku telah mengirim ia, memberikanku kesempatan menjalin persaudaraan berlandaskan iman.
Selimut kabut bersama butiran embun, terima kasih karena telah memberikan arti dan inspirasi…

KRD patas 19/11/2008

Setiap kita punya drama hidup masing-masing

Potongan episode kita lakoni,

Episode tentang manisnya hidup, peliknya ujian yang menerpa, juga kegagalan yang membuahkan pelajaran….

Hidup terlalu mahal untuk dibiarkan seperti air mengalir

Mahalnya hidup yang berliku, tak kan terbayar oleh hitungan rupiah…

Karena hidup kita tak selamanya kalkulasi matematis

Namun di atas segalanya….

Apakah kita bisa memaknai perjalanan hidup kita?


-always step ahead-

Setiap langkah kita adalah sebuah proses kemajuan…

jangan berhenti untuk melangkah….

kesulitan, hambatan, kepedihan, bahkan kegagalan, hanyalah episode pendek

yang akan berujung pada kebahagiaan….

biarlah ini menjadi catatan sejarah dalam hidup kita,,

dan menjadi pil pahit yang akan menjadi obat…..

-Pagi hari dengan tujuan-

Apa yang membedakan bangun pagi ketika kita harus berangkat kerja atau kuliah dengan ketika bangun pagi ketika libur dan tidak ada acara?Ketika harus bekerja, setelah bangun mau tidak mau kita harus segera menuju kamar mandi dan mulai aktivitas pagi, sholat shubuh, mandi sarapan, mempersiapkan pakaian, keperluan kantor dsb.

Tapi ketika hari libur dan tidak ada kegiatan yang akan dilakukan, barangkali setelah sholat shubuh kita mungkin akan tidur lagi. Setelah bangun tidur pagi dengan malas kita (paling memungkinkan) adalah mencari sarapan yang ada di dapur dan menyetel TV. Namun setelah sarapan dan acara TV tidak ada yang menarik, akhirnya kita kebingungan apa yang ingin kita lakukan.

 

Apa yang membedakannya ?

Tujuan. Ketika hari kerja, waktu bangun tidur kita langsung menyadari bahwa kita ada tujuan, target, rencana, yang harus dilakukan dikejar hari ini. Sehingga mulai dari bangun tidur, seluruh elemen dari diri kita langsung menyiapkan diri kepada tujuan yang kita tuju.

Ternyata, dengan adanya tujuan, walaupun ketika bangun pagi kondisi tubuh kita lemas, malas dan berat, tapi setelah kita membasuh muka dengan air wudhu, sedikit kesegaran semangat mulai mengalir pada diri kita.

Setelah sholat shubuh dan membaca beberapa lembar mushaf Al Quran, semangat spiritual kita mulai meningkat, sehingga memberikan kita pemaknaan terhadap aktivitas yang akan kita jalani hari ini.

Setelah mandi dan bersih-bersih diri, dan melihat di depan cermin diri kita dengan pakaian yang rapih dan harum, kita tersenyum memandang sesosok manusia yang siap menghadapi segala tantangan hari ini dengan bekal semangat jiwa dan spiritual yang kuat.

Itulah, yang membedakan seseorang dengan tujuan hidup yang terurai hingga ke hari-hari dan jam-jam bahkan detik yang dijalani.

Ia tidak akan kehilangan semangat, ia tidak akan kebingungan dan bertanya apa yang harus kulakukan hari ini.

Ia akan berusaha menghilangkan segala berat dalam diri dengan mulai melangkah hingga perlahan namun pasti ia akan berlari.

Tujuan, jika kita belum memilikinya, maka ciptakanlah dalam diri kita, dan apapun yang terjadi pada dirimu, kejarlah tujuanmu !.

Mw lebih tw ttg penulis Klik uchip’s corner

Bukan Di Negeri Dongeng

Tertarik dengkisah bukan di negeri dogeng?? download e-booknya d sinibukan-di-negeri-dongeng1

think out of teh box

Menemukan kembali Makna belajar

Sudah saatnya energi yang kita miliki, kita salurkan untuk hal-hal yang bisa menhasilkan progress yang berarti bagi diri kita sendiri dan generasi dibawah kita, selam ini kita terlalu lelah untuk menyuarakan keadilan, menuntuk para petinggi untuk bisa mengubah kebijakan mereka yang sama sekali tidak berpihak pada kita, namun apa boleh buat, kita hany dibuat lelah dengan semua yang telah kita perjuangakan. Jika kekhawatiran kita terhadap kebijakan UU BHP menjadi momok menakutkan yang akan mengeliminasi masyararakat, terutama kaum miskin, menagapa saat ini kita tidak menjadi momok ini sebagai sebuah mimpi yang pasti yang terktualisasi dalam langkah kita bernama kepedulian.

mengapa tak mampu melangkah??

BANDUNG

indahnya-bandungPARADISE IN EXILE Bahkan untuk seorang daendeles pun mensyukuri hukuman yang diberikan kepadanya. Jelas saja, ia terusir dari negerinya, dan terbuang di tempat yang 135ribu tahun lalu merupakan cekungan yang didalamnya menyimpan bermilyar kekayaan alam, dengan ranca-ranca sebagai dinding penghubungnya, dan situ-situnya sebagai sumber penghidupan yang tak henti-henti mengalirkan berjuta kekaguman bagi siapun yang singgah. Siapapun yang singgah, membuatnya terbuai dengan segala eksotisme yang disuguhkan. Tak peduli siapapun,. Bahkan seorang Deandeless yang tak memiliki silsilah secara genologispun percaya bahwa bumi priangan ini akan mengalirkan berjuta kenikmatan yang tak akan pernah ia temui sebelumnya. Self esteem yang begitu tinggi pada diri Deandeless merangkai mimpi akan kesuburan dan kemakmuran yang akan terjadi di kota bandung dengan menetapkan 0 KM Bandung dengan ungkapan “Zorg Det als ihk terug kom hier een stend in gebown” yang jawabannya belum terjawab semasa hidupnya. Dalam kebisuan pribumi, dalam diamnya kota elok nan indah terangkailah mimpi-mimpi deandeles melalui obsesi-obsesi nyata para penjajah dengan menjadikan Bragaweg sebagai tempat keserakahan belanda di panggung sejarah Indonesia, dan dunia

BATIC

bandung-journalistic-center