Uchip21adv’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PENYAKIT PENDIDIKAN DAN CARA MENGOBATINYA

  1. Puritanisme

Bagi kaum puritan, belajar merupakan indoktinasi yang mengesampingkan kegembiraan. Proses belajar yang diwarnai oleh kegiatan yang suram ini, biasanya hanya berisi hafalan secara tidak tidak langsung telah menjadi penyakit dalam pendidikan.

Obatnya:

Bagi anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar paling baik dalam lingkungan yang ditandai dengan adanya minat dan kebahagiaan pribadi, dan bukan dalam lingkungan yang ditandai dengan intimidasi, tekanan, ataupun kesakitan. Maka mengembalaikan kegembiraan dalam belajar merupakan merupakan salah satu obat penyakir puritanisme.

  1. Individualisme

Kebanyakan pendidikan menekankan prestasi individu. Hukum yang tak terucap di sekolah berbunyi : “Belajarlah dari gurumu dan bersainglah dengan kawan-kawanmu”. Maka pendidikan sering menjadi kurungan terpisah dan nyaris tidak ada anjuran untuk belajar berkelompok.

Obatnya :

Obat untuk penyakit ini adalah pernyataan bahwa, ternyata, “belajar yang baik itu bersifat sosial”. Jika orang saling membantu untuk belajar, pembelajaran akan meningkat pesat.

  1. Pendidikan sering menekan pada aspek motif berprestasi saja. Padahal jika kita tahu bahwa pendidikan itu merupakan salah satu media dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal, dan pendidikan sering menjadi kurungan terpisah dan nyaris tidak ada anjuran untuk belajar berkelompok.

Obatnya :

Obat untuk “penyakit” model pabrik ini adalah mengganti pendidikan model sajian nasi rames dengan jamuan prasmanan. Tidak ada satu cara terbaik. Pasti ada banyak cara yang bisa ditempuh dalam belajar. Pokok bahasan yang sama dapat diberikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan jenis kepribadian dan gaya belajar.

  1. Pemikiran Ilmiah Barat

Pandangan dunia Barat yang mekanistis dan sekuler (keterpisahan) mendorong terbentuknya fragmentasi pengetahuan dan pembelajaran. Belajar dibagi ke dalam subjek-subjek yang terpisah, masing-masing diajarkan sendiri-sendiri bahkan juga terpisah dari dunia nyata.

Obatnya:

Obatnya adalah pembelajaran harus dikembalikan pada sifatnya yang holistik dan dalam konteks. Pengalaman adalah guru terbaik, oleh karena itu cara belajar terbaik bukanlah dengan mendengarkan kuliah atau memandang layar komputer. Belajar yang terbaik adalah dengan mengalami, dengan melakukan pekerjaan itu sendiri.

  1. Pemisahan Pikiran dengan Tubuh

Pemikiran ilmiah Barat telah memisahkan individu dari dirinya sendiri. Pikiran rasional menjadi fokus pendidikan, sementara tubuh dianggap sama sekali tidak relevan dengan proses belajar. Gerakan fisik dalam belajar, tidak penting dan mengganggu.

Obatnya :

Obatnya adalah mempersepsi kembali bahwa pikiran dan tubuh tidak terpisah. Sesungguhnya pikiran itu tidak terbatas pada otak saja, tetapi disebarkan ke seluruh tubuh. Dan tubuh mempengaruhi otak dengan berbagai cara. Gerakan tidak hanya meningkatkan sirkulasi otak, tetapi juga menghasilkan zat kimia yang penting bagi jaringan saraf di dalam otak.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: